Pebruari1
Setiap Pilkada, Isu Buruh Dipolitisir
Rabu, 01 Pebruari 2012 pukul 16.29 WIB | Kategori Politik

Demo buruh Bekasi dipolitisir kepentingan Pilkada

Jakarta(SAPULIDI News) - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi menilai demo buruh di Bekasi dipolitisir. Pasalnya, di Bekasi sedang ada hajatan Pilkada bulan Maret 2012 ini.

Dia menegaskan, kasus yang terjadi di Bekasi mirip kampanye politik. UMK dijadikan isu untuk memilih calon tertentu untuk menjadi kepala daerah.”Apa yang kami bela itu pengusaha kecil. Mereka tidak bisa bersuara," katanya saat acara ulang tahun Apindo, Selasa (31/1) malam.

Sofyan menghimbau kepada para buruh jangan mau dijadikan alat politik. Dikatakan dia, buruh merupakan partner, bukan pekerja. Sofyan juga menekankan pada dewan pengupahan, untuk memperjuangkan upah minimum lima persen untuk kesejahteraan.”Tentu pemerintah akan rugi, pajaknya berkurang dan perusahaan tutup sehingga tenaga kerja menganggur," ujar Sofyan.

Ditambahkan dia, pihaknya merasa heran, karena kasus aksi blokir jalan yang terjadi di Bekasi kini ditiru daerah lain.”Kita punya DPN (Dewan Pengupahan Nasional). Masalah utama serikat buruh tidak didengar temen-temen di pabrik. Saya menginginkan upah minimum seharusnya naik setiap tiga tahun saja.”bebernya.

Seharusnya, menurut Sofyan, Undang-Undang juga mengatur upah minimum yang harus dibayarkan perusahaan besar berbeda dengan perusahaan kecil.”Ini (Undang-undang) harus kita perbaiki, sehingga orang (investor) mau masuk (investasi),”pintanya.

Sofyan mengaku khawatir, tahun depan akan muncul kejadian yang lebih besar karena tahun depan mulai menginjak masa pemilu. Dan sebagai Ketua Apindo, dirinya takut dituntut lebih besar lagi. Dampaknya, lanjut Sofyan, barang-barang Indonesia akan sulit bersaing. Dan jika harga barang dalam negeri lebih mahal kerena tingginya ongkos buruh. Maka, kata dia, barang impor harganya lebih murah.

Banyak perusahaan asing, imbuh dia, berkeinginan hengkang, karena membandingkan kondisi Indonesia dengan asing. Soal SDM dan infrastruktur di Indonesia, kata dia, juga masih harus dibenahi. "Jadi tolonglah, politik sudah sangat bermain, ini sekarang seolah-olah sudah tidak ada pemerintah,"pungkasnya. (me/red)

 

Tulis Komentar

Nama Email
Komentar
Masukkan Kode
 

Desclaimer. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial SapulidiNews. Redaksi berhak merubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras dan antar golongan.