Berita-Berita Politik

April16
PDIP larang caleg minta suara partai
Wednesday, 16 April 2014 pukul 14.02 WIB  Kategori Politik

Pamekasan (SAPULIDI News) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melarang semua calon legislatif dari partai itu minta hasil perolehan suara partai menjadi suara caleg.

"Larangan ini sesuai dengan surat edaran DPP PDI Perjuangan nomor: 4860/IN/DPP/IV/2014 yang ditujukan kepada semua caleg PDI Perjuangan di seluruh Indonesia," kata anggota DPR RI dari partai itu, MH Said Abdullah dalam rilis yang diterima Antara, Selasa malam.

PDI Perjuangan berpandangan, pengalihan suara partai menjadi suara caleg merupakan bentuk penghianatan atas pilihan masyarakat terhadap PDI Perjuangan. Dan jika diketahui ada caleg yang minta suara partai, menurut Said, dalam surat itu ditegaskan yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas.

Bentuknya yang bersangkutan tidak akan diproses pelantikannya, apabila yang bersangkutan bersangkutan terpilih sebagai wakil rakyat, atau akan dilakukan pergantian antarwaktu (PAW) bagi anggota DPR/ DPRD yang sudah dilantik.

Said Abdullah menjelaskan, kebijakan partai yang melarang kadernya memindah perolehan suara partai, semata-mata karena partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menginginkan agar caleg terpilih dari PDIP melalui proses pemilu yang jujur, dan bersih.

"Karena dalam pandangan PDI Perjuangan, proses pemilu yang jujur dan bersih merupakan cita ideal guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih pula," kata Said Abdullah.

Berdasarkan hasil hitung cepat, PDI Perjuangan merupakan satu-satunya partai politik yang mampu meraih dukungan suara terbanyak dibanding 12 partai politik peserta pemilu lainnya.

Sumber : ANTARA

April15
Helmy: koalisi PKB sudah masuk tahap kristalisasi
Tuesday, 15 April 2014 pukul 14.10 WIB  Kategori Politik

Jakarta (SAPULIDI News) - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Helmy Faishal Zaini mengatakan peluang koalisi dengan dua partai papan atas PDI Perjuangan dan Gerindra sudah masuk dalam tahap kristalisasi yang diwujudkan melalui komunikasi intensif.

"Kita sudah masuk tahap kristalisasi dari dua poros yaitu PDIP dan Gerindra. Ada tren di dua poros ini sudah masuk ke tahap komunikasi intensif," kata Helmy dijumpai seusai menghadiri acara Harlah ke-29 Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU DKI Jakarta, di Kampus Universitas Islam Negeri, Ciputat, Selasa.

Dalam komunikasi intensif itu PKB mengajukan beberapa persyaratan koalisi antara lain, platform yang akan diusung capres kedua partai tersebut harus berdasarkan kesepakatan blue print Indonesia ke depan, serta adanya kejelasan ihwal poin-poin yang menjadi portofolio kesepakatan koalisi.

"Misalnya kita mengajukan code of conduct dari koalisi ini, karena pemerintahan ke depan harus berjalan efektif dan efisien. Tidak bisa ada anggota koalisi yang genit di jalan dipertahankan, sehingga harus ada punishment," ujar dia.

Selain itu PKB mensyaratkan adanya hal-hal yang bersifat pembagian kekuasaan (power sharing), yang memang umum terjadi di negara yang menganut demokrasi modern.

"Saya menyebutnya power sharing karena kalau disebut politik dagang sapi menjadi kurang baik," kata dia.

Lebih jauh Helmy mengatakan pihaknya mengajukan empat nama yang dapat menjadi calon wakil presiden bagi PDIP maupun Gerindra. Keempat nama itu antara lain Muhaimin Iskandar, Rhoma Irama, Mahfud MD serta Jusuf Kalla.

Namun Helmy menekankan bahwa hal itu sepenuhnya bergantung dengan keputusan partai pemimpin koalisi.

Sumber ; ANTARA

April15
PKB nilai koalisi partai Islam sulit dibangun
Tuesday, 15 April 2014 pukul 14.09 WIB  Kategori Politik

Jakarta (SAPULIDI News) - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Helmy Faishal Zaini menilai koalisi partai Islam sulit dibangun saat ini karena masing-masing telah membangun poros koalisi dengan partai nasionalis.

"Gabungan partai-partai Islam saya kira sulit dibangun. Karena saat ini mereka juga membangun komunikasi dengan poros-poros yang ada," katanya ketika dijumpai setelah menghadiri acara Harlah ke-29 Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU DKI Jakarta, di Kampus Universitas Islam Negeri, Ciputat, Selasa.

Dia mengatakan atas dasar itu, saat ini PKB cenderung melakukan komunikasi dengan dua partai nasional yakni PDI Perjuangan dan Gerindra. Sedangkan komunikasi yang dibangun dengan partai islam masih konservatif.

Terkait kemungkinan koalisi dengan PDI Perjuangan maupun Gerindra, ia menyatakan partainya tengah menjajaki komunikasi intensif dengan kedua partai itu.

Ia mengaku dalam koalisi itu nantinya, PKB realistis dengan tidak lagi mengincar kursi calon presiden.

"Kami kan awalnya mengusung capres karena kami beranggapan PKB mendapat 15 persen bahkan 20 persen suara. Tetapi kalau melihat posisi quick count, posisi PKB kira-kira 10 hingga 11 persen, maka kami tidak mungkin lagi memimpin koalisi," kata dia.

Helmy mengungkapkan pihaknya hanya mengajukan empat nama yang dapat menjadi calon wakil presiden bagi PDIP maupun Gerindra. Keempat nama itu antara lain Muhaimin Iskandar, Rhoma Irama, Mahfud MD serta Jusuf Kalla.

Sumber ; ANTARA

April15
Caleg Gelembungkan Suara Akan Didiskualifikasi
Tuesday, 15 April 2014 pukul 09.42 WIB  Kategori Politik

Mamuju [SAPULIDI News] - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Barat mengatakan calon anggota legislatif (Caleg) yang terbukti menggelembukan suara di Pemilu 2014 akan didiskualifikasi.

April15
Partai Tengah Jajaki Koalisi
Tuesday, 15 April 2014 pukul 09.40 WIB  Kategori Politik

Depok [SAPULIDI News] - Hasil hitung cepat suara pada Pemilu 2014 oleh beberapa lembaga survei yang tidak memberikan kemenangan mutlak bagi 12 partai nasional dan tiga lokal, akan memaksa mereka saling melakukan koalisi untuk memenangkan pemilihan presiden yang bakal digelar 9 Juli mendatang.

April11
Posisi Partai Islam di Pilpres 2014
Friday, 11 April 2014 pukul 07.29 WIB  Kategori Politik

Jakarta [SAPULIDI News] - "Partai islam hari ini lebih banyak ketimbang pemilu tahun 1955. Ini yang membuat suara untuk partai islam juga terbagi. Suara partai islam pada pemilu saat ini sebenarnya bukan berkurang, tapi hanya terbagi ke beberapa partai," sebut Aunur Rofiq, Ketua DPP PPP dalam perbincangan Agama dan Masyarakat KBR68H, Rabu (9/4).

April10
Ahok kaget PDIP menang di TPS-nya
Thursday, 10 April 2014 pukul 13.22 WIB  Kategori Politik

Jakarta (SAPULIDI News) - Politisi Gerindra sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kaget saat tahu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memenangkan suara di TPS 67 RW 014 Muara Karang tempat dirinya nyoblos.

Padahal, menurut Ahok, calon legislatif partai Gerindra Edi Kusumo dari Muara Karang akan dapat mendongkrak suara Partai Gerindra di TPS tersebut.

"Saya pikir dengan adanya Pak Edi Kusumo di Muara Karang Gerindra bisa menang, tetapi mau gimana lagi," kata Ahok di Balaikota, Kamis.

Namun Ahok memaklumi kemenangan PDIP di TPSnya tersebut karena masyarakat telah menentukan pilihannya.

"Kami susah sih ya kalau mau marahin orang. Itu kan hak pilih orang. Kalau enggak lihat calon susah juga. Orang kan sekarang sudah pintar. Masyarakat betul-betul milih orang loh. Beda kayak dulu yang milih partai," katanya.

Hasil perolehan suara di TPS 67 Muara Karang adalah sebagai berikut: PDIP sebesar 227 pemilih, disusul Gerindra sebesar 38, Demokrat 13. Hanura 11, Golkar 7, PKB 5, PKS 2, Nasdem 2, PAN 1, PBB 0, dan PKPI 0.

Adapun DPT TPS tersebut mencapai 423 pemilih tetapi hanya 292 yang mencoblos dengan jumlah pemilih pria sebanyak 135 dan pemilih wanita 157. Sebanyak 4 kertas suara dianggap tidak sah.

Sumber : ANTARA

April10
Roy Suryo Kalah di TPS Sendiri
Thursday, 10 April 2014 pukul 01.56 WIB  Kategori Politik

Yogyakarta [SAPULIDI News] - Justru kalah di "kandang" sendiri, itulah yang dialami calon anggota legislatif DPR yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, di TPS 33 Kutu Dukuh, Kota Yogyakarta, Rabu. Padahal dia datang bersama istrinya, Ismarindayani.

April9
Caleg Perempuan Riau Bagi-bagi Sembako Tengah Malam
Wednesday, 09 April 2014 pukul 07.08 WIB  Kategori Politik

Pekanbaru [SAPULIDI News] - Seorang calon lagislator perempuan untuk Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Riau, Selasa tengah malam, membagi-bagikan sembako seperti susu kental kemasan kaleng, gula, teh kotak dan beras ke masyarakat di Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya.

April9
Polisi Amankan Amplop "serangan fajar" dari Caleg
Wednesday, 09 April 2014 pukul 07.04 WIB  Kategori Politik

Kendari [SAPULIDI News] - Aparat kepolisian dari gabungan Dalmas dan Brimob di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengamankan sebanyak 52 amplop yang berisi uang milik salah satu calon peserta pemilu legisltaif sebagai "serangan fajar" untuk dibagikan kepada masyarakat pada Selasa.