Berita-Berita DaerahJawa

September17
Ribuan Hektar Sawah di Karawang Terancam Kekeringan
Wednesday, 17 September 2014 pukul 17.12 WIB  Kategori DaerahJawa

Karawang [SAPULIDI News] - Ribuan hektare areal persawahan di wilayah utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terancam kekeringan menyusul masuknya kemarau yang mengakibatkan berkurangnya suplai air di saluran irigasi. 

September15
Warga Kuningan Krisis Air
Monday, 15 September 2014 pukul 22.03 WIB  Kategori DaerahJawa

Kuningan [SAPULIDI News] - Kemarau berkepanjangan membuat sumur-sumur air warga Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kering sehingga mereka kini krisis air bersih. 

September12
Belajar Toleransi dari Situbondo
Friday, 12 September 2014 pukul 05.26 WIB  Kategori DaerahJawa

Situbondo [SAPULIDI News] - “18 tahun yang lalu tepatnya pada 1996 terjadi tragedi yang memalukan dam memilukan terjadi di Situbondo, saat itu ada pembakaran gereja sekabupaten Situbondo,” kenang Pimpinan Ponpes Ustad Mansyur Arif dalam program Agama dan Masyarakat KBR, Rabu (11/09).

September10
Setiap Rabu Wajib Bahasa Jawa di Kudus
Wednesday, 10 September 2014 pukul 13.54 WIB  Kategori DaerahJawa

Kudus [SAPULIDI News] - Setiap Rabu, semua pegawai di lingkungan pemerintah maupun lingkungan pendidikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, wajib menggunakan bahasa Jawa.

September5
Konservasi Air Kalah Cepat dengan Laju Kerusakan
Friday, 05 September 2014 pukul 13.57 WIB  Kategori DaerahJawa

Jakarta [SAPULIDI News] - Pakar hidrologi, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan upaya konservasi sumber daya air kalah cepat dengan faktor-faktor penyebab kerusakan sehingga permasalahan tersebut menyebabkan munculnya krisis air bersih di sejumlah kota besar.

September4
Jokowi dan Aher Teken MoU Pengembangan SPAM Jatiluhur
Thursday, 04 September 2014 pukul 17.43 WIB  Kategori DaerahJawa

Jakarta [SAPULIDI News] - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum pada hari ini menandatangani kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama untuk pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur untuk wilayah Jakarta, Bekasi, dan Karawang, di Balaikota Jakarta, Kamis (4/9/2014) pagi. 

August29
Semarang Masih Kekurangan Ruang Hijau
Friday, 29 August 2014 pukul 00.50 WIB  Kategori DaerahJawa

Semarang [SAPULIDI News] - Anggota DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono menilai selama ini Kota Atlas masih kekurangan ruang terbuka hijau, terutama taman yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik.

August25
Yogyakarta Diusulkan Jadi Kota Batik Dunia
Monday, 25 August 2014 pukul 01.05 WIB  Kategori DaerahJawa

Yogyakarta [SAPULIDI News] - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengusulkan Kota Yogyakarta untuk menjadi Kota Batik Dunia.

August22
Buku Kurikulum 2013 Dilarang Dijual Bebas
Friday, 22 August 2014 pukul 18.45 WIB  Kategori DaerahJawa

Jakarta [SAPULIDI News] - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim menegaskan komersialisasi buku Kurikulum 2013 oleh pihak-pihak tertentu dengan menjualbelikan secara bebas merupakan pelanggaran hak cipta dan akan diselesaikan secara hukum.

August14
Hanya 1.000 pendaki boleh upacara di Semeru
Thursday, 14 August 2014 pukul 15.42 WIB  Kategori DaerahJawa

Lumajang (SAPULIDI News) - Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membatasi sebanyak 1.000 pendaki yang boleh menggelar upacara bendera 17 Agustus 2014 di Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur.

"Kami menambah kuota pendaki yang naik ke gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu dari 500 menjadi 1.000 orang per hari, khusus untuk mereka yang akan menggelar upacara 17 Agustus," kata Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari, saat dihubungi dari Lumajang, Kamis.

Hampir setiap tahun jumlah pendaki yang menggelar upacara bendera 17 Agustus di gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut meningkat, namun pihak TNBTS tetap membatasi jumlah pendaki.

"Penambahan kuota pendaki tersebut hanya berlaku selama empat hari sejak hari ini hingga Minggu (17/8), selanjutnya kuota tetap dibatasi 500 orang per hari untuk menjaga ekosistem di kawasan setempat," tuturnya.

Menurut dia, jumlah pendaki yang mendaftar melalui sistem daring atau "online" di TNBTS cukup banyak, namun khusus untuk kegiatan upacara bendera 17 Agustus tidak bisa dilayani secara daring.

"Petugas di Pos Ranu Pani akan mencatat jumlah pendaki yang sudah naik ke Semeru setiap harinya. Apabila jumlahnya sudah mencapai 1.000 orang, maka pendaki tersebut harus menunggu hari berikutnya," paparnya.

Untuk itu, lanjut dia, TNBTS akan menyiagakan sebanyak 80 petugas dengan dibantu sekitar 70 personel gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, TNI, dan Polri di sepanjang jalur pendakian Semeru.

"Petugas akan melakukan patroli hingga Pos Kalimati untuk mengantisipasi pendaki yang nekat naik ke puncak Semeru karena batas pendakian hingga pos Kalimati sesuai rekomendasi PVMBG yang menyatakan status Gunung Semeru masih waspada," tuturnya.

Saat ini, kata dia, suhu udara di lereng gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang tersebut berkisar 0-5 derajat celcius, sehingga pendaki diharapkan membawa perlengkapan dan perbekalan yang cukup.

"Kami melarang pendaki menyalakan api unggun, meskipun cuaca cukup dingin karena angin cukup kencang dan bisa menyebabkan kebakaran di kawasan lereng Semeru," ucapnya.

Ayu mengimbau pendaki membawa sampahnya turun kembali karena pihak petugas akan memberikan tas sampah plastik yang berkapasitas 10 kilogram kepada pendaki yang akan naik ke Semeru.

"Tahun lalu, jumlah sampah yang dikumpulkan petugas pasca-Agustusan mencapai 2 ton karena banyaknya jumlah pendaki yang memadati jalur pendakian Semeru, sehingga tahun ini pendaki harus membawa sampahnya turun," ujarnya.

Sumber : ANTARA