HEADLINE
19 September 2014
Kendari [SAPULIDI News] - Ada tiga aspek penting yang perlu diperoleh untuk mendukung perkembangan anak-anak usia dini, yaitu layanan pendidikan, kesehatan dan gizi, serta perlindungan....selengkapnya
PENDIDIKAN
Jokowi-Jk Harus Fokus Permasalahan Pendidikan

Jakarta [SAPULIDI News] - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) diharapkan fokus ke permasalahan pendidikan di masing-masing jenjang bila Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan dipisah dan menjadi kementerian pendidikan dasar dan menengah, serta kementerian pendidikan tinggi.

Cianjur kucurkan Rp11 miliar untuk didik penghafal Quran

Cianjur (SAPULIDI News) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengucurkan dana Rp11 miliar untuk mendidik 360 santri penghafal Al-Quran lewat Gerakan Pembinaan Penghapal Al Quran (GPPQ). "Predikat Cianjur yang sejak dulu mendapat julukan sebagai Kota Santri, belakangan ini disinyalir terkesan nyaris punah. Untuk mengikis hal tersebut, mulai 1 Oktober Pemkab Cianjur akan mengembleng ratusan santri," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Cianjur, Gunawan Jamhur, Rabu. Dengan dana yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tersebut, ia menjelaskan, pemerintah daerah sudah membentuk Tim Sembilan untuk menyeleksi 1.080 santri berusia 13 tahun sampai 18 tahun yang belum menikah dari 360 desa di Cianjur. Selanjutnya tim akan memilih satu santri terbaik untuk mengikuti program GPPQ. Santri peserta program itu akan mendapat pembindaan dari para ustad di 14 pondok pesantren yang tersebar di 14 kecamatan di Cianjur, termasuk di antaranya Pondok Pesantrean Attaqwa-Cianjur, Pondok Pesantren Nurul Irfan-Haurwangi, dan Pondok Pesantren  Assalam-Sukaluyu. "Masing-masing pondok pesantren akan membina 25 orang santri lebih," katanya. Program yang akan dimulai 1 Oktober itu diharapkan selesai serta berhasil 20 bulan kemudian. Jika berhasil, Cianjur akan memiliki 360 santri yang hafal Al-Quran. "Kami optimis program ini akan terealisasi," katanya. Ia juga menjelaskan rincian penggunaan anggaran untuk program tersebut, antara lain untuk honor bagi santri terseleksi Rp1 juta/orang/bulan, honor untuk 36 guru atau pembina santri di 14 pondok pesantren masing-masing Rp1 juta/orang/bulan, serta untuk pembelian kasur dan bantal untuk para santri. "Kami juga menganggarkan untuk biaya monitoring dan evaluasi bagi petugas yang besarnya bervariasi karena disesuaikan dengan lokasi monitoring. Hari ini, kami akan mensosialisasikan hal tersebut pada para camat, Kepala KUA, Ketua LPTQ kecamatan," katanya. Sumber : ANTARA

EKSKUL
10 September 2014
Bali [SAPULIDI News] - Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah sangat relevan dengan pendidikan karakter bangsa. Dirjen Pendidikan Menengah, Achmad Jazidie mengatakan hal tersebut terbukti dengan kesamaan nilai-nilai pendidikan karakter yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, dan mandiri....selengkapnya
INFO HAJI
14 September 2014
Padang [SAPULIDI News] - Para pelajar dari SMK Negeri 9 Padang, Sumatera Barat, dipercayai maskapai penerbangan Garuda Indonesia melayani tataboga alias katering bagi para jemaah haji di atas pesawat untuk embarkasi Padang sejak 2006 hingga 2014....selengkapnya
EKONOMI
03 September 2014
Pekanbaru [SAPULIDI News] - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau periode 2-9 September 2014 untuk umur sepuluh tahun tercatat sebesar Rp1.486,23/kg atau mengalami penurunan sebesar Rp68,75/kg dibandingkan dengan harga seminggu sebelumnya Rp1.554,99/Kg. ...selengkapnya
TRANSPORTASI
03 September 2014
Kudus (SAPULIDI News) - Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah selama 2014 memperbaiki 13 jembatan rusak. Bupati Kudus Musthofa melalui Kepala Bagian Humas Setda Kudus, Putut Winarno, mengatakan, Rabu, belasan jembatan yang diperbaiki tersebut membutuhkan anggaran hingga Rp15 miliar.   Dia menjelaskan, perbaikan jembatan dilakukan berdasarkan skala prioritas. "Adanya perbaikan belasan jembatan tersebut, diharapkan aktivitas perekonomian warga setempat juga semakin lancar," ujarnya didampingi Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus, Sam'ani Intakoris. Leih lanjut Bupati mengemukakan terdapat jembatan yang hanya bisa dilalui kendaraan dari satu arah dengan berat tertentu sehingga ketika didirikan jembatan yang baru tentunya memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus, Sam'ani Intakoris mengungkapkan, ada jembatan yang diperbesar dan ada pula yang dibangunkan jembatan baru, sedangkan jembatan lamanya dibiarkan tetap ada. Jembatan yang diperbaiki secara total, yakni Jembatan Payaman yang awal panjang jembatan sekitar 20-an meter dengan lebar 4 meter. "Sementara panjang jembatan yang dibangun mencapai 30-an meter dengan lebar mencapai 6 meter," ujarnya. Jembatan tersebut, lanjut dia, merupakan penghubung antara Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus dengan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus. Biaya perbaikan jembatan tersebut, kata dia, sebesar Rp2,9 miliar. Sementara pembangunan jembatan di Desa Hadipolo, lanjut dia, merupakan pembangunan jembatan baru, karena jembatan lama tidak dibongkar, bahkan akan diperbaiki. Panjang jembatan tersebut, kata dia, sekitar 30 meter dengan lebar 2,8 meter, sedangkan jembatan yang baru mencapai 40 meter dengan lebar 5,5 meter sehingga bisa dilalui kendaraan dari dua arah berlawanan. Jembatan sebelumnya, lanjut dia, hanya bisa dilalui kendaraan dari arah yang sama sehingga ketika ada kendaraan dari arah berlawanan harus bergiliran. Biaya pembangunan jembatan tersebut, kata dia, mencapai Rp4,9 miliar yang sumber pendanaannya berasal dari bantuan Gubernur Jateng. Kedua jembatan yang sedang dikerjakan itu, kata dia, diharapkan bisa selesai dalam jangka waktu 120 hari. Pelaksana proyek pembangunan jembatan di Desa Hadipolo, Nur Sam mengungkapkan, untuk antisipasi memasuki musim hujan, pengerjaannya dikebut pada awal pengerjaannya dengan memperbanyak jumlah pekerjanya menjadi 20 orang dari sebelumnya hanya 10 orang. "Jembatan tersebut ditargetkan bisa selesai 13 Desember 2014," ujarnya. Biasanya, lanjut dia, memasuki bulan November dan Desember sudah memasuki musim hujan sehingga bisa menjadi kendala dalam pengerjaannya. Dengan adanya penambahan pekerja tersebut, dia berharap, pembangunan jembatan sepanjang 40 meter tersebut bisa selesai sesuai jadwal. Sumber : ANTARA...selengkapnya
BODETABEK
19 September 2014
Kota Bekasi [SAPULIDI News] - Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Jawa Barat, membatalkan proses pemeriksaan terhadap tersangka penyalahgunaan dana insentif bagi 1.736 anggota Perlindungan Masyarakat setempat, Jumat, karena yang bersangkutan sakit....selengkapnya
UMKM
13 Agustus 2014
Jakarta (SAPULIDI News) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerapan bunga murah merupakan salah satu hal penting dalam mengawali upaya pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), di samping pengembangan dari sisi masyarakat dan infrastruktur. "Upaya peningkatan akses masyarakat ke sektor keuangan akan percuma, kalau bunga untuk micro-finance mahal. Sehingga, bunga murah untuk UMKM menjadi penting untuk diperhatikan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, di sela-sela seminar, di Jakarta, Rabu. Hadad memberikan contoh pengembangan keuangan inklusif yang diterapkan China dan Vietnam di tengah fokus pada penyediaan kredit untuk UMKM. "Baik China dan Vietnam itu, tantangannya serupa dengan yang terjadi pada sektor keuangan kita. Tetapi, mereka memiliki tujuan akhir mensejahterakan UMKM," ujar dia. Ia menuturkan, upaya pengembangan keuangan mikro tidak hanya selalu mengedepankan pengembangan sisi penawaran (supply side), namun juga sisi permintaan atau kemampuan masyarakat (demand side). Menurutnya, tanpa adanya peningkatan demand side, maka sektor keuangan sulit berkembang. "Satu hal penting lain, perlu memperbaiki infrastruktur keuangan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di pelosok-pelosok," kata Hadad. Ke depan, dia berharap bank-bank BUMN dapat terus ikut berpartisipas aktif dalam pengembangan keuangan mikro. Ia menilai, sejauh ini masih ada tiga tantangan utama yang dihadapi bank BUMN untuk meningkatkan perannya di sektor keuangan mikro. Pertama, yakni tantangan pada akses pendanaan untuk masyarakat miskin. "Tantangan selanjutnya, terkait dengan masih rendah tingkat kolaborasi bank-bank BUMN dengan pelaku usaha besar untuk menyediakan pendanaan," ujar dia. Sedangkan tantangan terakhir, inovasi pengembangan teknologi dalam upaya mengurangi biaya yang dikeluarkan masyarakat, seperti penerapan branchless banking. Sumber : ANTARA...selengkapnya
DAERAH
19 September 2014
Kendari [SAPULIDI News] - Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2014 juga diisi dengan sejumlah kegiatan. Salah satunya kegiatan Gebyar PAUD yang menghadirkan seribu anak-anak PAUD se-Sulawesi Tenggara....selengkapnya
JAWA BARAT
17 September 2014
Karawang [SAPULIDI News] - Ribuan hektare areal persawahan di wilayah utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terancam kekeringan menyusul masuknya kemarau yang mengakibatkan berkurangnya suplai air di saluran irigasi. ...selengkapnya
 
 
memuat...